Optimalisasi Strategi Pemasaran Hasil Perikanan Oleh Dinas Perikanan Kabupaten Kediri

Kediri, MR – Dinas Perikanan Kabupaten Kediri secara berkala/ rutin mengadakan pelatihan dan sosialisasi strategi pemasaran produk perikanan. dengan tata kelola untuk meningkatkan daya saing. Kegiatan di laksanakan di ruang pertemuan Dinas Perikanan ini bertujuan, untuk meningkatkan nilai jual, kompetivitas, kemandirian usaha, juga untuk memperluas jangkauan pasar dan mendongkrak penjualan produk UMKM lokal. Kamis, (25/06/26).

Dalam penyampaiannya Nurhafid, SPt, M.M. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, bahwa produk UMKM masih belum konsisten, oleh karena itu pola pikir (mindset) harus diubah, agar lebih berorientasi merek (brand oriented) demi meraih kesuksesan. Pelaku usaha harus fokus pada bagaimana orang mengenal, mengingat merk produk kita. Dalam menejemen pemasaran hal ini berarti membangun kualitas produk yang bisa diandalkan dan aktif memanfaatkan platform digital seperti Instagram dan Facebook. Seperti bisnis orang Tionghoa yang ternyata kuncinya terletak pada kuatnya koneksi dan relasi antar kawan. Keyakinan ini yang menjadi pilar utama dalam kesuksesan sebuah usaha.

Saat dimintai keterangan beliau menjelaskan,” Kami mempunyai langkah kongkret budi daya ikan dan paskapanen, supaya produk meningkat nilainya, Kami membuat varian baru, seperti abon lele, agar nilai jual semakin baik dan harga meningkat. Selain itu Kami melakukan sosialisasi dengan mengenalkan ikan melalui makanan modern kepada anak muda,” kata Kepala Dinas.

Lebih lanjut menyatakan,” Terkait perijinan UMKM, Dinas memfasilitasi pengurusan terutama Nomor Induk Berusaha (NIB). Untuk produk kering, pelaku usaha diwajibkan memiliki PIRT yang difasilitasi melalui Dinas Kesehatan. Kemudian untuk produk frozen (beku) yang telah dicampur dengan bahan lain itu harus ada ijin edar BPOM dan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), dimana Dinas mendatangkan auditor SKP langsung dari Provinsi, namun untuk produk frozen yang murni itu tidak ada kewajiban untuk memiliki perijinan BPOM.

Beliau mengungkapkan,“ Kendalanya utama UMKM adalah pola pikir (mindset) yang berorientasi sekedar menjual produk untuk mendapat uang dan keterbatasan modal. Sebagai solusinya, kita mengelompokkan pelaku usaha dengan membentuk asosiasi pengolah dan pemasar perikanan. Alhamdulillah kini mereka mulai bisa bersatu. Terakhir kami berharap UMKM produk perikanan harus bisa menguasai pasar, produknya terkenal bisa laku, sehingga bermuara pada kesejahteraan para pelaku usaha,” Pungkasnya. (Ag).

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.